Categories
Uncategorized

Eceng Gondok Sejarah Dan Manfaat

Eceng gondok (Eichhornia crassipes) adalah salah satu jenis tumbuhan air mengapung.

Orang yang pertama kali menemukan spesies tesebut adalah seorang ahli botani dari Jerman bernama Carl Friedrich Philipp von Martius. Penemuian ini terjadi ketika ia sedang melakukan ekspedisi ke Sungai Amazon, Brazil.

Ciri dan Morfologi
Bentuk eceng gondok cukup mudah dikenali. Selain ciri utamanya yang hidup mengapung di permukaan air, tumbuhan ini juga memiliki akar serabut seperti rambut untuk menyerap nutrisi.

Tinggi tanaman mulai 40 hingga 80 centimeter dan tidak memiliki batang sejati. Bentuk daunnya tunggal, berbentuk oval, permukaannya licin dan berwarna hijau. Pada bagian ujung serta pangkal daun cenderung meruncing dengan pangkal tangkai daun lumayan menggelembung.

Jenis bunganya termasuk bunga majemuk, berbentuk bulir dan kelopaknya berbentuk tabung. Bijinya berwarna hitam dan berbentuk bulat. Ketika berbuah, buahnya berbentuk kotak, memiliki tiga ruang dan berwarna hijau.

Manfaat Eceng Gondok
Meski dianggap sebagai tanaman pengganggu, pada kenyataannya enceng gondok dapat memberikan manfaat dan memiliki nilai ekonomis, diantaranya :

  1. Bioenergi
    Pertumbuhan perkembangbiakan eceng gondok yang sangat cepat menjadikan ketersediaan tumbuhan ini cukup melimpah. Enceng gondok dapat diolah menjadi bioenergi dalam bentuk biogas, yakni tiap hektar enceng gondok dapat menghasilkan 70.000 m3 biogas.Beberapa peneliti menyatakan bahwa bioenergi hasil pengolahan memiliki unsur kimiawi yang sama dengan bahan bakar pada umumnya, bahkan hasilnya hampir menandingi metana murni.Pengolahan biogas umumnya terkendala kelembaban tumbuhan yang tinggi sehingga memerlukan tambahan biaya untuk proses pengeringan, oleh karena itu sebagian besar mengolahnya dengan cara konvensional. Para petani Bengal mengolahnya menjadi bioenergi ketika musim dingin dan abunya dapat gunakan sebagai pupuk.
  2. Mengatasi Polusi Air
  3. Diolah Menjadi Makanan
  4. Kerajinan dari Tanaman Tersebut
  5. Herbisida
    Ekstrak dari daun eceng gondok juga dapat digunakan untuk herbisida alami dalam membasmi Mimosa pigra atau tumbuhan putri malu. Herbisida adalah bahan yang dapat digunakan untuk mengendalikan tumbuhan pengganggu atau gulma, seperti rumput, alang-alang dan semak liar.

Dampak Negatif
Penyebaran eceng gondok yang tidak terkendali tentu akan menyebabkan gangguan lingkungan. Dampak negatif yang ditimbulkannya pun cukup banyak, antara lain:

  1. Meningkatnya Penguapan Air
  2. Menyebabkan Pendangkalan
  3. Berkurangnya Intensitas Cahaya dan Oksigen Terlarut
  4. Tempat Berkembangbiak Bakteri
  5. Transportasi Air Terganggu
  6. Mengurangi Nilai Estetika

Sumber:
– https://rimbakita.com/eceng-gondok/

 

Categories
Uncategorized

Hello world!

Welcome to BLOG MAHASISSWA UNIVERSITAS MEDAN AREA. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!